Langsung ke konten utama

Postingan

Europe trip 2023

Hi! Udah lama banget engga nulis di blog. Entah sebenernya ini blog ada yang baca atau engga, tapi biarlah jadi memori suatu hari nanti mungkin bisa jadi semacem buku digital. Keputusan buat europe trip tahun ini memang sebenarnya sedikit mendadak. Tetiba temen sekantor menginspirasi buat solo trip sebelum visa pertama habis. Jadilah liat-liat negara mana aja yang mungkin bisa didatangi sesuai budget dan akhirnya pilih Austria, Slovakia, Hungaria, Ceko, dan Polandia. Rentang waktunya adalah sepuluh hari, pas banget dimulainya dari mid-summer sampai sebelum summer course dimulai. Buat rutenya, aku dibantu planning sama pak Ali, tetangga rumah yang udah keliling banyak negara di Eropa.  Selama trip sepuluh hari, aku cuma nyiapin beberapa baju yang nantinya bisa dilaundry dengan cepat, jadinya cuma satu backpack. Tapi, backpack yang aku beli ini menurutku lumayan unik karena selain muat banyak, dalemnya mirip kayak koper, dan super light. Buat temen-temen yang mau backpack mungkin bis...

Kiss bye 2022, welcome 2023!

Heeeiii,  Nggak kerasa udah 2023 aja, hehehehe... Kemarin akhir 2022 lumayan sibuk dan baru sempet akhirnya nulis di blog lagi hari ini. Sebenernya kerjaan di kampus engga begitu belibet karena kelas udah kelar sekitar tanggal 20 Desember. Cuman, aktivitas riset tetep jalan dan sering diskusi sama supervisor juga. Jadi ya tiap hari tetep ke kampus, ngerjain ini itu, tapi aku pribadi tetep gimana caranya take it easy aja. Berangkat engga se-awal biasanya, dan pulang lebih cepet. :) Ohiya, suasana Christmas di sini lumayan kental dibanding waktu di Indonesia ataupun di Korea. Karena emang suasana liburan, jadi bener-bener kemarin itu banyak banget aktivitas seru bareng kolega atau teman-teman, mulai dari lunch bareng, dinner bareng, nonton film di bioskop, main game, dan traveling sebentar pas weekend. Alhamdulillah banget bisa tetep having fun walaupun engga liburan. Endingnya tetep aja ada waktu-waktu yang bener-bener lelah dan tidur lebih lama dari biasanya buat recharge karena ba...

Rovaniemi Trip

Hi, winter is coming!!! Here in Lappeenranta is super cold already, even since yesterday the snow keeps coming.  Okay, kali ini saya mau berbagi soal pengalaman liburan ke Rovaniemi, Lapland.  Liburan kali ini bisa dibilang bukan liburan yang sebenarnya, ya karena emang cuma ambil waktu pas weekend yang super mepet. Kalau ditanya kenapa masih maksain pergi kesana, ya karena mumpung ada temennya. Hahahaha... Perjalan dari Lappeenranta ke Rovaniemi cukup jauh dan lama. Butuh lebih dari 12 jam untuk sampai ke sana dengan naik kereta. Saya pergi dari Lappeenranta hari Jumat sore dan sampai di Rovaniemi keesokan harinya. Tujuan utama ke Rovaniemi yaitu ke Santa Claus Village. Yey!! Saya bersama enam orang lainnya berkeliling di desa Santa Claus selama sehari penuh. Dari pagi kami sekitar setengah sepuluh, kami sudah mulai mengeksplor tempat-tempat yang super cantik dan instagramable. Ada banyak hiburan yang ditawarkan di tempat ini, mulai dari aneka souvenir shops, santa claus post...

Assalamualaikum Lappeenranta!

Halo-halo... Setelah beberapa bulan off dari blog akhirnya balik lagi. Dalam beberapa bulan terakhir emang lagi sibuk-sibuknya urus ini itu dan segala perintilan persiapan studi lanjut di Finlandia. Kali ini saya akan menceritakan perjalanan saya dari Indonesia ke kota Lappeenranta di Finlandia tempat saya akan belajar dalam beberapa tahun ke depan. Setelah resign dari kantor di Bali, akhirnya saya pulang ke rumah orang tua. Sekitar tiga minggu akhirnya waktu itu saya gunakan untuk berkunjung ke beberapa lokasi sekitar Wonogiri, termasuk Solo, Sragen, dan tentu saja Jogja. Tidak hanya sekedar plesir, tapi saya benar-benar berusaha menggunakan waktu yang saya miliki untuk bersama dengan keluarga dan teman-teman terdekat. Ditambah lagi senang sekali bisa bersilaturahmi ke kampus tercinta. Setiap sebelum pergi studi lanjut, saya selalu re-charge kembali ke kampus saat S1 demi mendengarkan wejangan ataupun cerita-cerita seru dari dosen-dosen di Pendidikan Fisika.  Waktu yang dinanti ti...

Finally, LUT chose me🚀

Hai hai... Tak terasa saya sudah tinggal sekitar enam bulan di Bali. Tentu saja ini hal yang saya sangat syukuri, punya kesempatan tinggal di salah satu destinasi wisata impian sejuta umat. Sunset di pantai Bali memang sungguh cantik. Ditambah lagi dengan debur ombak yang cukup kuat di daerah pesisir barat memang jadi daya tarik bagi para surfer.  Well, I want to share some great news! Finally, I am accepted at Lappeenranta-Lahti University of Technology (LUT) Finland! Yey!!!😍 Sebenarnya penguman penerimaan ini sudah saya terima sejak sebulan lalu. Perjalanan menemukan tempat belajar memang tidak mudah. Apalagi sebelumnya saya juga masih galau memikirkan apa yang saya suka, apa yang saya inginkan, dan akan seperti apa di masa depan. Setelah bekerja beberapa bulan di manufaktur, saya merasakan sedikit monoton. Meskipun ada tantangan-tantangan baru yang dihadapi baik dengan pekerjaan itu sendiri dan orang-orang sekitar, tapi ada satu hal yang sepertinya terasa beda. Kebahagiaan yang...

Surat terbuka

Lahir di lingkungan patriarki dan 'pathethic' itu memang cukup menantang. Omongan orang lain memang sepedas dan sepanas cabe rawit, yang kadang terus melaju seperti kendaraan yang remnya blong. Ketika ada manusia yang berbeda pada umumnya, siap-siap saja mendengar dan menerima cercaan yang cukup menggoyahkan hati kalau nggak kuat.  Sebagai anak pertama, perempuan, lahir di keluarga yang secara ekonomi pas-pasan, saya bersyukur masih punya orang tua yang sangat mendukung sampai detik ini. Masalahnya adalah saat ini saya juga belum menikah, padahal usia sudah 27. Usia ini sebenarnya masih cukup muda, tapi sudah dianggap perawan tua yang nggak laku-laku. Sepulang kuliah, bukannya segera kerja lalu menikah, saya justru mau kuliah lagi di negeri yang jauh dengan durasi yang cukup lama, yaitu empat tahun. Alih-alih mendapat dukungan, mama saya justru dicibir dan disalahkan oleh tetangga dan teman-teman sejawatnya karena memperbolehkan anak gadisnya yang belum menikah ini pergi sekola...

Mau jadi apa?

Halo...udah lama nih nggak post di blog. Dalam waktu tiga minggu kebelakang, kerjaan di kantor lumayan menguras waktu dan tenaga, jadi fokus dulu ke kerjaan.  Hari minggu gini kadang bingung juga mau ngapain. Tapi, bagusnya adalah aku bisa jadi ada waktu untuk merenung, berkarya, ataupun hanya sekedar menghibur diri dengan membaca buku atau nonton film. Mau keluar pergi liburan, tapi kondisi COVID di Bali malah naik drastis sejak minggu lalu. Ditambah lagi, aku harus berhemat mengingat pindah ke Bali kemarin cukup menguras kantong dan aku harus mulai menata masa depan. Nah, ngomongin masa depan, pernah nggak sih kalian ini bingung mau ngapain atau mau jadi apa? Apakah kalian punya target di umur XX kalian bakal jadi YY atau punya ZZ?  Eits, kalo kalian masih bingung mau ngapain, jadi apa, atau punya target apa, kalian ternyata ada di kapal yang sama dengan saya. Hahahahahahha... Aduh, ini boleh ketawa nggak sih? Jadi gini, saat ini saya merasa sedang berada di persimpangan. Sa...

2021 Recap!

Wooooowww... I can't believe that this is the last day in 2021. Within a couple of hours, we are heading to 2020!😍😎💨 I am truly grateful for many things up and down this year with uncountable laughs and cries.😔😁 I thank God for everything, for always giving me strength and courage. As I remember, at the beginning of 2021, I started to write at least one happiest moment each month. The spirit was because I wanted to open them at the end of the year and reminisce each precious moment within a year. Sadly, I forgot some months later. 😭 Anyway, I just want to recap my happy moment through 2021. I could not deny that I also through many rough times, but I want to let them go. Talking about happiness, it might be different from one and another. However, what I wrote here may help you remember your own amazing moments throughout the year. Let's recap!🙌 1. January I enjoyed the snow on 1st January.☃ On the next day, I had a birthday. I did not celebrate it much, but I was quite ...

Thank God, I have graduated!

Hello...👀 It's been a while since my last post around July. Those times were pretty rough, enough for shaking me up to the lowest level. I am graduated, achieved M.Eng behind my name. I've spent 3.5 years! Can you believe that? 💀Surely possible, but it sounds complicated. In 2018, I was assigned an integrated master-PhD program, but I made a big decision to cut it out at the end of the third year. For half-year, I've been transferred to a master's program; thus, I completed all requirements to graduate with a master's degree.  I have finished my master thesis and passed the final exam. I hold my master's degree, which, believe it or not, I had dreamt this for a long time ago, even before I entered university. Back in high school, I really wanted to be a student of Physics Engineering. However, my family did not allow me to do so due to some circumstances, and I ended up in Physics Education. Yeah!💆 The engineer soul in my body was still on fire, and gratefull...

Be kind

Hai, udah lama dari sejak terakhir posting sekitar tiga bulan lalu. Many things happened, baik, buruk, senang, susah. Namanya hidup yah gitu. Tapi selama enam bulan kemarin emang lumayan badai. Banyak hari-hari yang menguras emosi jiwa, banyak hal yang nggak bisa dikendalikan. Syukur alhamdulillah, sehat jadi rejeki yang harus selalu disyukuri. Ini udah malem hampir jam 12. Hari cukup berat. Bukan berat dalam artian fisik, tapi lebih ke emosional. Interaksi dengan spv hari ini cukup menggoyang emosi dan ketenangan jiwa. Kesal, marah, takut, cemas. Arggghh... I am tired of being bullied, I am tired of being gas lighted. Pernah ngga sih kangen ke personality kamu yang dulu? Itu yang beberapa waktu terakhir cukup menghantui hidup. Aku kangen ke aku dulu yang selalu penuh dengan energi positif, yang membawa kebahagiaan ke sekitar, yang penuh dengan semangat. Aku ngerasa sekarang ini bukan aku. Aku seperti hidup di jiwa yang lain yang rapuh. Arghhhh... Anyway, aku cuma bisa berpesan, be kin...

Menerima dan pasrah

Hi March, Udah lama banget engga nulis sedari Januari lalu. Many things happened out of my control and quite overwhelming. Tapi kejadian-kejadian itu emang buat aku belajar banyak hal, yang sebenernya engga pernah diajarin secara teori di kelas.  Oke, sesuai judulnya, menerima atau pasrah. You guys maybe knows kalau aku di sini ambil integrated program, yang berarti master sekalian PhD dalam satu program. Kira-kira akan memakan waktu 5-6 tahun bergantung pada supervisor kapan udah ngebolehin lulus. Semester ini adalah semester ke-7, yang berarti aku udah masuk tahun ke-4. But, I have made a big big big big big decision. I quit from this integrated program and this semester is my last semester to get master degree.  "What? Seriusan? Kenapa? Kan udah tiga tahun lebih, kenapa nggak dilanjutin? Apa nggak sayang tuh? Wih, buat master ngabisin 3,5 tahun dong!" Yah...begitu kira-kira nada yang bakal aku denger. Buat temen-temen yang ngikutin blog ini karena pengen kuliah lanjut di K...

Merawat luka 💔

Hai semua! Pernah ga sih kalian merasa sad, heartbreak, disappointed, atau perasaan yang senada? If yes, kamu nggak sendirian. Seriously! Sebagai manusia normal yang punya perasaan, tentu pernah dong. Apalagi buat teman-teman yang punya hati sangat lembut atau perasa, maka perasaan-perasaan itu terasa lebih vivid. It is okay not to be okay, you can be sad, heartbreak, and disappointed. Nah tapi yang perlu digaris bawahi di sini adalah, how to navigate those feelings? Gimana cara merawat hati yang terluka? Kali ini aku akan berbagi sedikit tentang bagaimana aku berdamai dengan luka tersebut dan bagaimana aku berjuang untuk sembuh. Yang namanya luka, sakit, ya berarti butuh obat. It might take some times, but that's fine. Kita bisa ambil baby steps, dikit-dikit aja asal progress. Semua demi kesehatan jiwa dan raga. Bukan begitu? Beberapa poin ini bisa teman-teman coba, bagitu juga ini jadi reminder buat aku pribadi. Simak ya: 1. Take a break to breath Yes! Bernapas. Kalau lagi kena a...

Belajar dari 2020

Hai semua,  Mumpung ada waktu nih jadinya pengen nulis. Tulisan ini masih agak-agak nyambung dari tulisan kemarin yang kata adek aku mengandung bawang. Hahahaha...Ya terlepas dari mengandung bawang atau enggak, tahun 2020 kemarin emang sangat berat buat aku. Many moments just broke me into pieces and it was not easy at all to stand up again. Apakah itu yang dibilang dengan quarter life crisis? Entahlah. Sebelum tahun 2020 berakhir kemarin, aku sempet liat postingan @nedratawwab, seorang psikoterapis yang emang super keren dan sering encourage people to re-think and lebih menyayangi dirinya sendiri. Aku pribadi follow @nedratawwab berkat ngobrol sama mas Alif sekitaran November lalu. Thank you for your encouragement :)  Nah ada satu postinganya yang aku tertarik banget, judulnya 9 Questions to Ponder Before You Wrap Up 2020. Di situ ada 9 pertanyaan yang bikin kita kilas balik, belajar apa saja selama 2020. Di postingan ini bakal jadi jawaban dari 9 pertanyaan tersebut. Semoga ...

Good Bye 2020

Halo semua... udah lama banget nggak nulis. Setelah sekian bulan baru nulis lagi. Ini udah pukul 11.51 waktu Korea Selatan, tanggal 31 Desember 2020. Itu berarti 9 menit lagi masuk di tahun 2021.  So, kali ini saya mau berbagi pengalaman seputar 2020. Let's have a bit flash back. Ada pengalaman menyenangkan, ada yang menyedihkan, yang pait juga banyak. Hahahaha... But alhamdulillah semua sudah terlewati. Banyak-banyak bersyukur aja karena tahun 2020 emang super special. Semua yang berhasil melewati tahun 2020 adalah orang-orang yang diberkahi dengan kesehatan. Pandemic is not a joke bro. Karena saya masih studi jadi yang diceritain ya seputar studi dan kehidupan sebagai mahasiswa. Tahun 2020 adalah tahun ketiga saya di graduate school, atau tahun pertama sebegai mahasiswa PhD. Buat teman-teman yang sedang survive dengan studinya, I really appreciate your hard work. It is not easy at all. Tahun ini bener-bener kaya roller coaster. Tulisan di bawah ini bakal jadi general recap hal-ha...