Langsung ke konten utama

Merawat luka 💔

Hai semua!

Pernah ga sih kalian merasa sad, heartbreak, disappointed, atau perasaan yang senada?

If yes, kamu nggak sendirian. Seriously!

Sebagai manusia normal yang punya perasaan, tentu pernah dong. Apalagi buat teman-teman yang punya hati sangat lembut atau perasa, maka perasaan-perasaan itu terasa lebih vivid. It is okay not to be okay, you can be sad, heartbreak, and disappointed. Nah tapi yang perlu digaris bawahi di sini adalah, how to navigate those feelings? Gimana cara merawat hati yang terluka?

Kali ini aku akan berbagi sedikit tentang bagaimana aku berdamai dengan luka tersebut dan bagaimana aku berjuang untuk sembuh. Yang namanya luka, sakit, ya berarti butuh obat. It might take some times, but that's fine. Kita bisa ambil baby steps, dikit-dikit aja asal progress. Semua demi kesehatan jiwa dan raga. Bukan begitu?

Beberapa poin ini bisa teman-teman coba, bagitu juga ini jadi reminder buat aku pribadi. Simak ya:

1. Take a break to breath

Yes! Bernapas. Kalau lagi kena attack yang bikin sakit hati, ambil jeda sekitar 5-10 menit buat breathing. Ambil napas, tahan, keluarkan. Pelan-pelan aja. Teman-teman bisa hitung satu sampai sepuluh untuk pernafasan ini. Satu, untuk ambil dan tahan; dua, keluarkan. Tiga untuk ambil dan tahan lagi; empat untuk keluarkan. Lakukan ini sampai teman-teman merasa sedikit nyaman.

2. Meditasi sejenak

Kayaknya kata meditasi ini udah sering banget di denger dan udah terbukti manfaatnya. Buat temen-temen yang bingung gimana caranya meditasi, coba aja pakai aplikasi meditasi yang ada di internet. Banyak kok. Download aja lalu buat latihan. Awal-awal emang susah sih meditasi, tapi lama-lama akan menjadi mudah. Kita juga bisa jadi lebih tenang. Aku pribadi sering banget meditasi beberapa bulan terakhir. Hasilnya sangat membantu untuk menenangkan pikiran yang kalut, terutama saat sebelum tidur.

3. Menerima kenyataan

Setelah agak tenang, ajak diri kita untuk berfikir bahwa yang terjadi sudah terjadi dan tidak bisa diulang. Waktu nggak bisa dikendalikan. Sadari bahwa di dunia ini banyak hal yang nggak bisa kita kontrol. Satu-satunya yang bisa kita lakukan adalah menerima kenyataan itu. Akui bahwa memang ada kejadian yang telah melukai hatimu. Terima saja. Setidaknya dengan menerima ini hati menjadi lebih legowo secara perlahan.

4. You can cry as much as you want

Namanya juga sakit, terluka. Ya sangat wajar kalau kamu menangis. Menangis membantu membuka ruang di hati kita untuk bernafas. Dengan menagis maka hati menjadi lega, setidaknya nggak se-sesak sebelumnya. Menangis ini nggak cuma sekali kadang, bisa berkali-kali. Kalau mau nangis seharian ya nggak papa, it is fine.

5. Makan makanan yang bergizi

Ini agak lucu mungkin. Buat aku pribadi, ketika lagi heart break, aku nggak enak makan. Perut rasanya penuh aja. Tapi meski nggak enak makan, usahakan untuk tetap makan secukupnya. Ingat, bagaimanapun kita harus stay healthy. Kalau sakit fisik malah nambah beban lagi ke diri kita sendiri. So, jangan skip makan ya, harus makan walau sedikit. 

6. Tidur cukup

Aku tau, tidur dengan tenang jadi tantangan tersendiri, apalagi ketika heart break. Mau merem tuh malah keinget lagi kejadian-kejadian yang menyakitkan itu. Akibatnya, pikiran kemana-mana, nggak bisa tidur, padahal badan udah capek banget. Tapi, balik-balik lagi tubuh kita perlu istirahat. Satu-satunya cara yang biasanya aku lakukan putar musik atau apapun yang membantu mendistract pikiran. Buat temen-temen yang muslim mungkin bisa dzikir atau putar murattal. Ingat, tidur itu penting, jadi usahan harus tidur cukup terutama saat sedang terluka.

7. Olahraga

Psikolog ku pernah nyaranin aku buat cobain aerobik. Ya intinya olahraga yang membuat kita bergerak supaya energi kita tersalurkan dengan baik. Selain bikin tubuh bugar, olahraga juga membantu kita buat releasing stress. Kalau aku pribadi biasanya cari di youtube "dance workout" atau main just dance. Dijamin seru dan pastinya bikin sehat.

8. Cari hobi baru

Mencoba hal-hal baru memang seru, misalnya masak, nulis, baca buku, lukis, sepedaan, berkebun, main musik, apapun itu asalkan positif. Aku pribadi sekarang ini lagi suka lukis. Nggak usah mikir itu bagus enggak. Bagiku melukis itu cukup membantu mengistirahatkan pikiran walau sejenak. Jadi teralihkan gitu. Terus mainan warna itu seru juga. Next aku juga pengen banget belajar main gitar. Semoga bisa segera terealisasi ya, lagi diusahakan. 

9. Berbagi cerita 

Curhat itu emang bisa membantu mengurai benang kusut yang ada di otak kita. Tapi sebelum curhat, pastikan orang itu cukup terpercaya untuk menjaga privasi kita dan juga pastikan orang itu lagi nggak sibuk. Curhat emang kadang nggak memberikan solusi sih, tapi setidaknya akan membuatmu merasa lega. Eh tapi kalau teman-teman takut curhat ke orang, curhat ke diary juga bisa lho. Aku sendiri punya satu buku khusus yang disitu aku bisa nulis apapun yang aku rasain. Menulis juga bisa membuat kita merasa lega karena uneg-unegnya bisa dikeluarkan. 

10. Mencari bantuan profesional

Nah bagi teman-teman yang udah coba tips-tips tadi tapi masih belum merasa baikan, mungkin teman-teman bisa mencari bantuan profesional, misalnya ke psikolog. Pergi ke psikolog itu nggak harus menunggu sampai depresi berat kok. Ketika teman-teman memang merasa tidak baik-baik saja, ya nggak papa pergi ke psikolog atau psikater atau mental therapis. Aku pribadi juga pernah melakukannya and it helped me a lot. 

Yup, itu tadi tips-tips dari aku tentang bagaimana merawat luka. Ayo sama-sama bangkit, sama-sama belajar. Sambil berusaha, tentu tak lupa berdoa juga ya. Percayalah bahwa Tuhan punya rencana yang emang terbaik untuk diri kita. Tugas kita sebagai manusia hanya bisa melakukan yang terbaik, mengusahakan yang terbaik. Selebihnya Tuhan yang tentukan. 

Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih kuat dari sebelumnya ya. Ayo move on! ^^

Bonus lukisanku nih :)




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Soal Faktor Luck

PART 2# KETIDAKBERUNTUNGAN Next, soal ketidakberuntungan. Bisa dibilang semester ini menjadi semester kelabu bagi saya. Beberapa kali saya mengikuti lomba karya tulis ilmiah baik tingkat provinsi maupun nasional, tak ada yang menang satupun. Bahkan untuk yan tingkat nasionanal, lolospun tidak. Entah sudah berapa karya yang saya buat dan berapa ratus ribu saya habiskan, tapi belum juga menampakkan hasilnya. Mungkin saya perlu banyak belajar lagi soal ini. Tapi entah mengapa diakhir semester ini saya justru bosan dengan hal itu, karena beberapa bulan ini, memang lomba karya tulis sedang menjamur. Hampir tiap pekan pasti ada dan itu tak hanya satu universitas yang menyelenggarakan, tapi banyak. Lanjut dari segi akademik, saya gagal di dua mata kuliah yaitu listrik magnet dan statistika. Untuk mata kuliah listrik magnet, saya akui memang sulit dan wajar jika mendapat C karena hampir semua mahasiswa mendapat nilai yang sama. Dosen sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengu...

10+1 Bahan makanan ini ada baiknya kamu bawa saat kuliah di luar negeri!

Hai semuanya! Di artikel sebelumnya saya udah nulis tuh, benda apa saja yang perlu dibawa saat kamu kuliah ke luar negeri. Nah kali ini saya mau bahas spesifik ke produk makanan. Hahaha... Jauh dari rumah menuntutmu untuk mandiri, termasuk mandiri dalam hal makanan. Tak heran kalau kamu harus menyempatkan dirimu untuk memasak dan memastikan kamu makan teratur. Ini semua demi kesehatan kamu juga lho! Oke, kemarin pas saya balik ke Indonesia ada banyak bahan makanan yang saya bawa. Hampir satu koper full isinya bahan makanan. Eits, jangan diketawain! Kak alif yang semester lalu pindah ke Perancis juga isi satu kopernya full bahan makanan. Hahahaha...  Berikut ini 10+1 bahan makanan yang kusaranin buat dibawa. Apa aja? Mie Instan (indomie) Indomie jadi brand nomor satu soal mie instan. Varian rasanya yang lumayan banyak, harga yang terjangkau, dan cara memasaknya yang super gampang menjadikan mie instan (indomie) jadi bekal yang oke banget buat dibawa. Sebenarnya indo...

Tim 9 Ninja in Action (KKN Wonogiri)

KKN untuk wilayah Wonogiri diselenggakan di desa Tambakmerang, kecamatan Girimarto, sekitar 30 km dari pusat kabupaten. Saya bersama 8 orang teman saya, mendapat jatah di wilayah tersebut. Tim kami beri nama 9 ninja, terdiri dari Anam Lutfi (Ekonomi Pembangunan, 2011) sebagai koordinator, Dicky Alfindana (POK, 2008), Mindarsih (PLB, 2009), Arby Nur Zaman (Peternakan, 2009), Rikko Aryanto (Sastra Jawa, 2010), Beta Alfisyahri Putri (ITP, 2010), Putri Isabel (Agribisnis, 2010), Yuni Puji Lestari (Agribisnis, 2010), dan saya sendiri Anafi Nur ‘Aini (P.Fisika, 2012). Hari Rabu, 21 Agustus 2013 menjadi awal perjalanan kami. Selesai pelepasan oleh rektor di depan kantor LPPM, kami bersembilan bersama tiga DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) langsung menuju lokasi. Kami disambut sejuknya udara desa Tambakmerang setelah melalui jalan yang berkelok-kelok dan menanjak. Tujuan pertama kami yaitu kantor desa untuk penerimaan secara resmi oleh pihak desa yang diwakili perangkat desa. Selanjutnya ka...