Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kapan nikah

Surat terbuka

Lahir di lingkungan patriarki dan 'pathethic' itu memang cukup menantang. Omongan orang lain memang sepedas dan sepanas cabe rawit, yang kadang terus melaju seperti kendaraan yang remnya blong. Ketika ada manusia yang berbeda pada umumnya, siap-siap saja mendengar dan menerima cercaan yang cukup menggoyahkan hati kalau nggak kuat.  Sebagai anak pertama, perempuan, lahir di keluarga yang secara ekonomi pas-pasan, saya bersyukur masih punya orang tua yang sangat mendukung sampai detik ini. Masalahnya adalah saat ini saya juga belum menikah, padahal usia sudah 27. Usia ini sebenarnya masih cukup muda, tapi sudah dianggap perawan tua yang nggak laku-laku. Sepulang kuliah, bukannya segera kerja lalu menikah, saya justru mau kuliah lagi di negeri yang jauh dengan durasi yang cukup lama, yaitu empat tahun. Alih-alih mendapat dukungan, mama saya justru dicibir dan disalahkan oleh tetangga dan teman-teman sejawatnya karena memperbolehkan anak gadisnya yang belum menikah ini pergi sekola...

Kapan Nikah?

Nah kan...umur ngga kerasa udah 25 dan sepertinya hampir semua orang mengajukan pertanyaan serupa, senada, sewarna: "Kapan nikah?" "Gimana, udah ada calon kan?" "Orang mana calonnya?" "Kapan nih ga single?" "Habis ini nyusul ya?" Hahaha... yes, those are true. Saya tak bisa memungkiri itu semua. Mulai dari saudara, teman, dosen, dan bahkan random person yang ditemui di tempat umum juga bisa tanya, "Masih sendiri kan mbak?" Oh God... Mama saya pun tak luput dari serangan pertanyaan-pertanyaan itu: "Bu, kapan nih mantunya?" "Kapan anaknya nikah?"  Jika dipikir, lucu juga sih. Itu artinya orang-orang tersebut punya perhatian khusus untuk kami. Mereka peduli. Anggap saja begitu. Mungkin bagi sebagian besar orang pertanyaan-pertanyaan itu bikin anxious, stress, pusing sendiri lalu buru-buru cari pacar atau mungkin jalur taaruf jadi pilihan kilat. Perjodohan pun juga bisa terjadi. b...