Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label KIT

Rasanya Kuliah di Korea? (Part 1, Berdamailah!)

Hi para gabuterss.... Tak terasa sudah lebih dari dua minggu saya hidup di negeri orang, alias di Korea sebagai mahasiswa KIT. Banyak yang tanya, gimana rasanya hidup sebagai mahasiswa di Korea, gimana kehidupan mahasiswa di kampus sini, dll yang inti pertanyaannya sebenarnya sama aja. Hehehe... Baiklah, dari pada jawab satu-satu lebih baik saya tulis saja di sini ya, tapi akan saya bagi jadi dua part supaya tidak terlalu panjang. :)) Awal-awal hidup di sini, perbedaan yang paling kerasa yaitu cuaca. Kebetulan ini masih winter, jadi ya dingin. Suhu bisa berkisar 0-20 an derajat celcius. Kemarin sempat turun salju, jadi suhu mungkin  bisa minus. Kalau dingin, gigi bisa bergetar sendiri, tangan terasa kebas dan beku saking dinginnya. Meskipun salju hujan lebat, kuliah tetap jalan seolah tidak terjadi apa-apa. Paling professor lebih pengertian aja kalau kami terlambat masuk lab, karena salju sedang lebat. Tapi selain itu, jadwal tetap berjalan seperti biasa. Kalaupun ada kelas d...

Study Abroad? (Part 3, Welcome to Korea)

Hai lagi... Sekalian deh ya mumpung saya masih longgar (besok sudah mulai ketemu prof dan ngelab, jadi sepertinya ke depan bakal agak susah ngeblog) jadi sekalian aja part 3 nya yaa... semoga pada enggak capek bacanya.. hehehe... Setelah berkas di submit ke admission, saatnya menunggu hasil. Deg-degan pasti iya, tapi tetep optimis karena prof sudah oke. Setelah setelah lama menunggu akhirnya pengumuman tiba. Saatnya mengurus visa. Sebelum urus visa, langsung urus dulu sertifikat bebas TB. (Baca postingan sebelumnya ya buat bebas TB dan visanya :D). Setelah keduanya sudah ditangan, langsung saja beli tiket. Nah, ini kesalahan fatalku waktu itu. Belilah tiket sekaligus bagasinya. Bodohnya diriku ini, beli tiket yang tak ada bagasinya. Alhasil bayar bagasi saja lebih dari empat juta (>.<). Serius itu sedih banget... Alhasil setelah di korea jadi harus ekstra hemat. Baiklah, itu sisi buruknya. Kita pindah aja ke sisi yang oke-oke saja ya... Hari itu tanggal 27 Februari 2018 ...

Study Abroad? (Part 2, The Consequence of Yes)

Yohowww.... Lanjut yuk ke part 2... Maaf lama update dari part 1. Hehehehe... Semoga kalian enggak bosen ya... Banyak yang tanya, gimana sih caranya bisa sampe sekolah di Korea? Yap, bakal kuceritakan. Di part satu, intinya saya dapat email dari professor yang intinya menerimaku sebagai mahasiswanya dan sebagai member di laboratoriumnya. So, konsekuensinya apa? Screenshoot application form Hari itu setelah dapat email dari Prof, langsung saya urus admissionnya alias pendaftaran masuk ke universitasnya. Waktunya sangat mepet, karena saya hanya punya satu hari saat itu. Siang dapat email dari prof pas di kantor, sorenya pulang dari kantor langsung berangkat ke kampus untuk urus berkas. Deadline pukul 5pm Korea, atau 3pm Indonesia. Oke, berarti saya punya waktu kurang dari 24 jam.  Sampai di kampus udah malem, ketemu sama junior (Hai Egy, Febri, dan para junior di SIM thanks for everything) buat dibantuin beberapa hal. Udah malem akhirnya balik ke kosan lama buat...

Study Abroad? (Part 1, I say Yes!)

Sudah lama saya ingin menulis ini. Rasanya akan jadi hal yang menumpuk dihati kalau uneg-uneg ini tak dikeluarkan.  Desclaimer : Saya nggak bermaksud sombong atau apa. Pendapat kalian adalah hak kalian. Disini saya hanya ingin berbagi bagaimana akhirnya, setelah sekian waktu Allah mewujudkan mimpi saya. Semoga ini jadi penyemangat bagi kawan-kawan yang juga berjuang untuk meraih mimpinya, berjuang untuk menuntut ilmu setinggi-tingginya agar kelak jadi hamba yang semakin taat pada-Nya. Kisah ini mungkin akan terbagi menjadi beberapa part. Tapi kali ini saya akan menceritakan hal-hal yang telah saya lalui sebelum akhirnya tiket emas ini benar-benar berada di tangan. Sejak awal tahun 2017, dosen saya selalu mengingatkan saya untuk mencoba mengemail beberapa professor yang sekiranya bisa membimbing saya di pascasarjana nanti. Sejak awal tahun pula saya sudah menyiapkan berkas-berkas pendaftaran entah ke berapa macam jenis beasiswa. Saya benar-benar menginginkan kuliah lanju...