Langsung ke konten utama

Serba Serbi Cepat Mengerjakan Skripsi Part 1

Beberapa waktu lalu saya sudah menulis tentang 10 pertanyaan yang mungkin teman-teman temui saat sidang skripsi. Berikut saya beri link nya:
10-pertanyaan-yang-mungkin-kamu-temui-saat-sidang-skripsi

Nah kali ini saya akan sedikit membagikan tips-tips cepat menyelesaikan skripsi. Tips ini saya tulis berdasarkan pengalaman saya. Kalau ada teman-teman yang sudah pernah mengalami skripsi, mungkin bisa menambahkan atau mengomentari, karena pasti yang dialami sedikit berbeda. :)
Supaya tidak terlalu panjang disetiap atikelnya, maka tips ini akan saya bagi dalam beberapa part. Di part ini saya akan lebih berbagi tips sebelum semprop (Seminar Proposal).

Berikut tips-tipsnya:

1. Mulailah dengan mencari tema yang menarik. 
Caranya bisa teman-teman buka skripsi kakak-kakak tingkat yang sudah terpajang di rak perpustakaan ataupun yang sudah diupload di digilib kampus. Dengan membaca skripsi-skripsi itu teman-teman memperoleh gambaran kira-kira tema apa yang akan diambil, mana yang menarik, dan mana yang bisa dikembangkan. Cara lain yang bisa teman-teman coba yaitu dengan surfing di web pencari jurnal semacam sciencedirect, scopus, iopscience, nature. Dari web tersebut teman-teman bisa tahu trend riset yang sedang berkembang di luar sana. Kelak ketika skripsi teman-teman sudah selesai bisa saja dimasukkan ke jurnal internasional. Kan lumayan... :)
Kalau sudah cari tema, segera tetapkan temanya ya. 

2. Buat mapping dari tema yang sudah disukai
Salah satu buku yang saya baca saat skripsi
Teman-teman bisa buat coret-coretan bebas soal tema yang disukai. Dari cara ini teman-teman sudah bisa mulai mengarang judul yang kira-kira akan diangkat. Kalau masih bingung coba gunakan strategi 5W+1H. Nah, coba dijawab sendiri 5W+1H. Dengan begitu arah penelitian teman-teman semakin jelas, sekaligus teman-teman sudah punya bahan untuk didiskusikan bersama dosen pembimbing. 

3. Konsultasikan tema dan mapping kepada dosen pembimbing
Saran saya, kalau ketemu dosen pembimbing untuk pertama kali soal skripsi, jangan sampai datang dengan pikiran kosong alias ndak punya ide sama sekali. Kalau datang dengan kosong rasanya kok ndak ada usaha sama sekali untuk mengerjakan skripsi. Selain itu kalau teman-teman sudah punya gambaran alias mapping, dijamin akan lebih mudah diskusi dengan dosen dan dosenpun lebih mudah dalam membantu membimbing skripsimu. Oh ya, jangan kaget kalau ada beberapa bagian dari mappingmu yang tidak disetujui dosen. Itu wajar dan memang bagian dari proses brainstorming. Kalau memang ada yang harus diubah, dihapus, atau ditambah, coba pikirkan dahulu. Kalau memang baik, tak masalah. Dosen juga pasti punya pendapat, saran, serta nasihat untukmu. Semua itu demi kebaikanmu. :)

Tips tambahan untuk teman-teman ketika menghubungi dosen lewat pesan singkat (SMS, WA) untuk meminta kesempatan konsultasi, gunakan bahasa yang halus. Misalnya dengan salam, lalu memperkenalkan diri, meminta maaf karena telah mengganggu waktunya, baru dilanjutkan dengan inti pesan, lalu tutup dengan ucapan terimakasih. 
Ketika konsultasi, berpakaianlah yang rapi. Jangan lupa untuk memperkenalkan diri sebagai mahasiswa bimbingan skripsi diawal pertemuan ya. :)

3. Mulai susun bab 1,2,3
Nah, dari hasil diskusi dengan dosen, kini saatnya teman-teman mulai menyusun bab 1,2,3. Kalau di part ini mungkin ada dosen yang harus bab 1 dulu diselesaikan, lalu dikonsultasikan, baru berlanjut ke bab selanjutnya. Tetapi beberapa dosen menghendaki kita menulis langsung dari bab satu sampai tiga. Ikuti saja petunjuk dosen pembimbing.
Di bab pertama, teman-teman akan merasakan mapping yang dibuat akan sangat berguna. Di bab pertama tentu teman-teman harus memaparkan riset apa yang akan dilakukan dan alasannya. Ada masalah yang teman-teman angkat di latar belakang. Tak lupa tambahkan referensinya, sehingga akan tampak teman-teman memiliki dasar rujukan yang jelas. Baik juga kalau teman-teman cantumkan kelemahan riset yang telah berkembang sebelumnya, sehingga di akhir latar belakang akan semakin jelas alasan teman-teman melakukan riset ini. 
Di bab kedua, teman-teman harus, wajib, kudu banyak baca sumber-sumber terkait. Boleh dari buku, jurnal, maupun sumber lain yang dapat dipertanggungjawabkan. Untuk menyusun bab dua, urutkan sub bab nya mulai dari yang umum ke khusus sehingga tulisan teman-teman akan sistematis. Jangan lupa mencantumkan sumber disetiap kutipan yang teman-teman ambil. 
Di bab ketiga, paparkan metode yang dipakai, lengkap dengan statistika yang akan teman-teman gunakan untuk mengolah data skripsi. Jangan lupa untuk kembali membuka buku metodologi penelitian dan statistika. Kalau jenis risetnya sama dengan skripsi kakak tingkat, maka perbedaannya pasti hanya sedikit. Meski demikian perlu diingat, jangan sekali-kali berani copas skripsi kakak tingkat ya.. :)

4. Konsultasikan draft bab 1,2,3 dengan dosen pembimbing
Bab 1,2,3 yang sudah selesai harus segara dikonsultasikan. Ketika konsultasi, jangan lupa siapkan pertanyaan-pertanyaan yang harus didiskusikan. Konsul berarti kesempatan emas untuk bertanya. Pertanyaan yang kalian ajukan juga akan memudahkan dosen mengoreksi pekerjaan teman-teman. Ingat, beberapa dosen pembimbing sangatlah sibuk, jam terbang tinggi, dengan segala agenda yang menanti untuk dilakukan. Oleh sebab itu bisa dipastikan dosen yang sibuk tidaklah bisa mengoreksi pekerjaanmu sepenuhnya terutama masalah penulisan. Selama konsultasi, jangan lupa mencatat hal-hal penting yang disampaikan dosen. Kalau takut ada yang terlewat, teman-teman juga boleh merekam suara saat konsultasi. Akan tetapi jika ingin merekam, mintalah izin terlebih dahulu. Saran juga untuk teman-teman supaya selalu menjaga attitude saat konsultasi. Gunakan bahasa yang formal. Kalau benar-benar tidak bisa formal, gunakan semi formal. Intinya harus sopan.

Buku yang cukup menarik dibaca
Hal yang sering ditemui setelah konsultasi adalah revisi. Makalah yang sudah dikonsultasikan jangan sampai hanya kamu tumpuk di meja belajar. Boleh kok, sore hari setelah konsultasi teman-teman beristirahat sejenak. Tapi ingat, besok pagi sudah harus dibuka kembali makalahnya, diingat lagi hal yang harus direvisi, dan segera kerjakan. Salah satu penentu cepat lambatnya proses pengerjaan skripsi adalah seberapa rajin kita mengerjakannya. Ketika ada hal yang sulit, jangan ditinggalkan. Harus dicari solusinya dengan bertanya langsung kepada teman, kakak tingkat, dosen terkait (bisa dosbing, bisa juga dosen lain yang di jurusan atau bahkan di luar jurusan yang memiliki keahlian di bidang yang sama), atau bahkan teman-teman juga bisa bertanya dengan para ahli lewat jejaring sosial misalnya lewat researchgate. Pengalaman saya kemarin saat riset, saya justru menemukan jawaban dari para ahli yang menjawab pertanyaan saya lewat researchgate. 

Kalau makalah teman-teman sudah bebas dari revisi, bersiaplah untuk segera seminar proposal. Di ujian seminar proposal, teman-teman akan kembali menemukan hal-hal yang ternyata masih ada yang terlewat atau justru mendapat saran-saran dari dosen penguji. Hadapi saja. :)

Oke, sepertinya sudah sangat panjang untuk part 1. Tunggu ya untuk part 2 nya. Tetap semangat skripsi teman-teman. :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Soal Faktor Luck

PART 2# KETIDAKBERUNTUNGAN Next, soal ketidakberuntungan. Bisa dibilang semester ini menjadi semester kelabu bagi saya. Beberapa kali saya mengikuti lomba karya tulis ilmiah baik tingkat provinsi maupun nasional, tak ada yang menang satupun. Bahkan untuk yan tingkat nasionanal, lolospun tidak. Entah sudah berapa karya yang saya buat dan berapa ratus ribu saya habiskan, tapi belum juga menampakkan hasilnya. Mungkin saya perlu banyak belajar lagi soal ini. Tapi entah mengapa diakhir semester ini saya justru bosan dengan hal itu, karena beberapa bulan ini, memang lomba karya tulis sedang menjamur. Hampir tiap pekan pasti ada dan itu tak hanya satu universitas yang menyelenggarakan, tapi banyak. Lanjut dari segi akademik, saya gagal di dua mata kuliah yaitu listrik magnet dan statistika. Untuk mata kuliah listrik magnet, saya akui memang sulit dan wajar jika mendapat C karena hampir semua mahasiswa mendapat nilai yang sama. Dosen sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengu...

10+1 Bahan makanan ini ada baiknya kamu bawa saat kuliah di luar negeri!

Hai semuanya! Di artikel sebelumnya saya udah nulis tuh, benda apa saja yang perlu dibawa saat kamu kuliah ke luar negeri. Nah kali ini saya mau bahas spesifik ke produk makanan. Hahaha... Jauh dari rumah menuntutmu untuk mandiri, termasuk mandiri dalam hal makanan. Tak heran kalau kamu harus menyempatkan dirimu untuk memasak dan memastikan kamu makan teratur. Ini semua demi kesehatan kamu juga lho! Oke, kemarin pas saya balik ke Indonesia ada banyak bahan makanan yang saya bawa. Hampir satu koper full isinya bahan makanan. Eits, jangan diketawain! Kak alif yang semester lalu pindah ke Perancis juga isi satu kopernya full bahan makanan. Hahahaha...  Berikut ini 10+1 bahan makanan yang kusaranin buat dibawa. Apa aja? Mie Instan (indomie) Indomie jadi brand nomor satu soal mie instan. Varian rasanya yang lumayan banyak, harga yang terjangkau, dan cara memasaknya yang super gampang menjadikan mie instan (indomie) jadi bekal yang oke banget buat dibawa. Sebenarnya indo...

Tim 9 Ninja in Action (KKN Wonogiri)

KKN untuk wilayah Wonogiri diselenggakan di desa Tambakmerang, kecamatan Girimarto, sekitar 30 km dari pusat kabupaten. Saya bersama 8 orang teman saya, mendapat jatah di wilayah tersebut. Tim kami beri nama 9 ninja, terdiri dari Anam Lutfi (Ekonomi Pembangunan, 2011) sebagai koordinator, Dicky Alfindana (POK, 2008), Mindarsih (PLB, 2009), Arby Nur Zaman (Peternakan, 2009), Rikko Aryanto (Sastra Jawa, 2010), Beta Alfisyahri Putri (ITP, 2010), Putri Isabel (Agribisnis, 2010), Yuni Puji Lestari (Agribisnis, 2010), dan saya sendiri Anafi Nur ‘Aini (P.Fisika, 2012). Hari Rabu, 21 Agustus 2013 menjadi awal perjalanan kami. Selesai pelepasan oleh rektor di depan kantor LPPM, kami bersembilan bersama tiga DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) langsung menuju lokasi. Kami disambut sejuknya udara desa Tambakmerang setelah melalui jalan yang berkelok-kelok dan menanjak. Tujuan pertama kami yaitu kantor desa untuk penerimaan secara resmi oleh pihak desa yang diwakili perangkat desa. Selanjutnya ka...