Langsung ke konten utama

Penggantian Paspor? So Easy!

Hey hey...

Masa aktif paspor kamu hampir habis? Atau paspor kamu sudah penuh 48 halaman?
Yes! Ini saatnya kamu mengganti paspor kamu dengan yang baru. Sering kali orang menyebutnya perpanjangan paspor, tapi istilah yang benar yaitu penggantian paspor.

Belum lama ini saya mengganti paspor saya di Kantor Imigrasi Surakarta. Sebelum mengganti paspor, pastikan masa aktif paspor kurang dari 6 bulan atau halaman paspor akan habis. Bayangan saya penggantian paspor akan memakan waktu yang lama, antri, lelah menunggu, ada berkas tambahan yang diminta, dll. Tapi ternyata tidak! Buang jauh-jauh deh pikiran yang sama sewaktu bikin paspor lima tahun lalu. Kali ini dijamin mudah :)

Gimana caranya?

  1. Daftar dulu online di website imigrasi.
    Buatlah akun dengan menggunakan email kamu. Selanjutnya, pilih kantor imigrasi tempat kamu akan mengurus paspormu. Di website ini pula kamu dapat mengetahui ketersediaan kuota pemohon. Misal di kantor imigrasi tujuan kamu sudah penuh antriannya, kamu dapat memilih di kantor imigrasi yang lain. Selanjutnya isikan data dirimu sesuai dengan informasi yang ada di KTP maupun paspor. Pastikan semua informasi jujur dan benar ya.
    Jika sudah, jangan lupa simpan dalam bentuk pdf atau screenshoot kode QR yang muncul dari web tersebut. Kode itu akan berguna nanti saat di kantor imigrasi.
  2. Siapkan fotokopi KTP, fotokoopi paspor, dan paspor yang lama (asli)
    Fotokopi KTP dengan ukuran kertas A4. Mintalah ke tukang fotokopi untuk memperbesar ukuran gambarnya. Fotokopi paspor juga seluruh halaman yang ada capnya maupun visanya. Jangan lupa siapkan pula paspor asli. Sebenarnya hanya itu saja yang diperlukan. Tetapi kemarin saya juga membawa dokumen lain untuk berjaga-jaga jikalau ditanyakan. Berkas lain yang kemarin saya bawa antara lain kartu keluarga, akte, ijazah, kartu mahasiswa, dan allien card korea yang saya punya. Tapi ternyata semua dokumen itu tidak diperlukan, bahkan tidak ditanyakan. Hehehe...
    Oh ya, untuk pegawai swasta mungkin akan ditanyakan dokumen pendukung seperti surat keterangan atau ID card perusahaan, dll. Baca blog mba nenden di sini.
  3. Datang ke Kantor Imigrasi dengan berkas yang telah disiapkan
    Boleh kok teman-teman datang sesuai jam yang muncul saat registrasi online. Tapi karena kemarin saya parno antri lama, jadilah saya datang pagi-pagi. Alhasil, saya menjadi customer pertama hari itu. Hahaha...
    Menurut informasi bapak satpam, sekarang orang lebih suka datang sesuai jadwal. Semua sudah online, jadi nggak antri lama seperti dulu.
  4. Tunjukkan kode QR pada petugas lalu dapatkan nomor antrian offline
    Meskipun kalian sudah online, tetap saja kalian harus dapat nomor antrian offline karena di rentang jam yang sama, orang yang ingin mengurus paspor tidak hanya kalian, tetapi ada banyak orang.
  5. Serahkan semua dokumen yang diperlukan ke customer service
    Setelah mendapat nomor antrian, teman-teman akan dipanggil ke customer service sesuai nomor antrian. Serahkan semua dokumen yang diperlukan ke petugas. Jika langkah ini berjalan mulus, maka proses kedepannya dijamin cepat.
  6. Wawancara dan pengambilan foto
    Setelah semua dokumen lengkap, teman-teman diarahkan menuju ruang wawancara dan pengambilan foto. Di sesi wawancara data teman-teman akan dikonfirmasi ulang. Jika sudah, teman-teman akan difoto serta di scan sidik jarinya. Proses terakhir yaitu penyerahan tagihan pembayaran oleh petugas.
  7. Bayar tagihan di bank
    Teman-teman bisa kok, bayar di bank apapun. Serahkan tagihan dari petugas, lalu bayar sesuai jumlah yang tertera. Kemarin saya bayar Rp 355.000,00. Simpan berkas tagihan dari petugas beserta nota pembayaran dari bank.
  8. Ambil paspor di kantor imigrasi
    Setelah tiga hari kerja (misal buat di hari Senin, maka paspor akan jadi di hari Kamis), paspor teman-teman siap untuk diambil. Bawalah surat tagihan dari petugas beserta nota pembayaran dari bank. Tidak perlu antri online maupun offline. Langsung saja serahkan ke petugas bagian pengambilan paspor. Jika paspor lama teman-teman ingin diambil, maka petugas akan memberikan satu lembar surat permohonan. Isilah surat tersebut, dan tanda tangani dengan materai 6000. Lampiri pula dengan fotokopi paspor lama.
    Yes! Paspor baru sudah ditangan!
Mudah bukan? Prosesnya cepat dan nggak ribet seperti lima tahun lalu saat membuat paspor baru. Sekarang pelayanan di kantor imigrasi semakin nyaman.
Selamat mencoba!!!



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Masih Soal Faktor Luck

PART 2# KETIDAKBERUNTUNGAN Next, soal ketidakberuntungan. Bisa dibilang semester ini menjadi semester kelabu bagi saya. Beberapa kali saya mengikuti lomba karya tulis ilmiah baik tingkat provinsi maupun nasional, tak ada yang menang satupun. Bahkan untuk yan tingkat nasionanal, lolospun tidak. Entah sudah berapa karya yang saya buat dan berapa ratus ribu saya habiskan, tapi belum juga menampakkan hasilnya. Mungkin saya perlu banyak belajar lagi soal ini. Tapi entah mengapa diakhir semester ini saya justru bosan dengan hal itu, karena beberapa bulan ini, memang lomba karya tulis sedang menjamur. Hampir tiap pekan pasti ada dan itu tak hanya satu universitas yang menyelenggarakan, tapi banyak. Lanjut dari segi akademik, saya gagal di dua mata kuliah yaitu listrik magnet dan statistika. Untuk mata kuliah listrik magnet, saya akui memang sulit dan wajar jika mendapat C karena hampir semua mahasiswa mendapat nilai yang sama. Dosen sudah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengu...

Tim 9 Ninja in Action (KKN Wonogiri)

KKN untuk wilayah Wonogiri diselenggakan di desa Tambakmerang, kecamatan Girimarto, sekitar 30 km dari pusat kabupaten. Saya bersama 8 orang teman saya, mendapat jatah di wilayah tersebut. Tim kami beri nama 9 ninja, terdiri dari Anam Lutfi (Ekonomi Pembangunan, 2011) sebagai koordinator, Dicky Alfindana (POK, 2008), Mindarsih (PLB, 2009), Arby Nur Zaman (Peternakan, 2009), Rikko Aryanto (Sastra Jawa, 2010), Beta Alfisyahri Putri (ITP, 2010), Putri Isabel (Agribisnis, 2010), Yuni Puji Lestari (Agribisnis, 2010), dan saya sendiri Anafi Nur ‘Aini (P.Fisika, 2012). Hari Rabu, 21 Agustus 2013 menjadi awal perjalanan kami. Selesai pelepasan oleh rektor di depan kantor LPPM, kami bersembilan bersama tiga DPL (Dosen Pembimbing Lapangan) langsung menuju lokasi. Kami disambut sejuknya udara desa Tambakmerang setelah melalui jalan yang berkelok-kelok dan menanjak. Tujuan pertama kami yaitu kantor desa untuk penerimaan secara resmi oleh pihak desa yang diwakili perangkat desa. Selanjutnya ka...

Solo di Imlek Tahun ini

Solo Kota Budaya.- 25 Januari 2014. Kilau lampion di sepanjang gladak dan pasar gedhe seakan menyita perhatian kepada setiap insan yang menyaksikannya. Warna dominan merah dan sedikit aksen kuning menambah semarak menyambut tahun baru cina atau yang biasa kita sebut dengan imlek (tahun ini imlek ke 2565). Hampir setiap tahunnya, perayaan imlek berpusat di tempat ini karena memang banyak etnis cina yang berdagang di pasar gedhe dan terdapat satu kelenteng tepat di samping pasar gedhe. Meskipun demikian, mereka tetap hidup berdampingan dengan masyarakat lain dan hidup dengan damai. Solo Imlek Festival 2014 diramaikan dengan pameran berbagai produk, mulai dari baju, kuliner, mobil, dan masih banyak lagi. Pernak pernik imlek juga bisa ditemui disini, seperti lampion terbang, gantungan kunci, dsb. Tak hanya etnis Cina saja yang datang ke tempat ini, tapi juga masyarakat Solo yang bukan etnis Cina. Semuanya berbaur dengan tentram, seakan tak ada perbedaan diantara kami. Seme...